9 Nov 2015

Dalam Menentukan Harga Jual Produk Yang Ideal harus dilakukan oleh seseorang pengusaha , dikarenakan harga jual produk sangat berhubungan erat dengan tingkat penjualan produk dan tingkat keuntungan . Jika dalam menentukan sebuah harga produk terlalu mahal , maka akan di khawatirkan penjualan tidak maksimal di karena konsumen tidak bisa menjangkau harga tersebut karena terlalu mahal , jika harga produk terlalu murah , maka akan di khawatirkan juga tidak mendapatkan keuntungan dan pada titik terburuknya perusahaan atau usaha akan bangkrut dan rugi . Untuk menghindari hal hal buruk dalam bisnis , maka sebaiknya Menentukan Harga Jual Produk Yang Ideal .

Hal-hal yang harus diperhatikan seperti faktor konsumen ,  kompetitor-kompetitor , biaya , dan juga keuntungan untuk perusahaan .

1. Konsumen
   Konsumen merupakan hal penting yang utama dalam suatu usaha atau bisnis , sehingga harus dipastikan bahwa Harga Jual Produk yang tetapkan akan dapat diterima oleh konsumen. Dengan artian , harga produk harus menentukan kualitas yaitu menentukan kualitas produk yang ideal kepada calon konsumen. Jika tidak memperhatikan faktor konsumen , produk yang dihasilkan dengan harga yang mahal maka target penjualan tidak akan tercapai. 

2. Kompetitor-kompetitor
    Dalam hal ini juga harus diperhatikan kompetitor-kompetitor yang sudah ada sebelumnya , dengan melihat Harga Jual Produk kompetitor-kompetitor maka harga bisa bersaing tanpa merusak harga pasar yang sudah ada . Dengan kata lain , harus juga memperhatikan jumlah keuntungan , jika jumlah keuntungan yang sudah ditetapkan membuat harga menjadi sangat mahal , maka sebaiknya harus menurunkan jumlah keuntungan . 

3. Biaya
    Faktor biaya merupakan salah satu faktor utama dalam Menentukan Harga Jual Produk yang Ideal , jangan sampai harga jual produk yang ditetapkan tidak bisa menutup biaya-biaya yang sudah dikeluarkan . Artinya dalam menghitung biaya harus benar-benar teliti , dipastikan tidak ada biaya yang terlewatkan dalam perhitungan tersebut. Jika ada biaya yang belum masuk pada perhitungan , bisa menyebabkan Harga Jual Produk tidak tepat , sehingga akan mempengaruhi terhadap jumlah keuntungan , dan pada titik terburuknya perusahaan atau usaha akan bangkrut dan rugi . 

4. Keuntungan untuk Perusahaan
   Pada hal ini apakah harga jual produk sudah ideal terhadap konsumen dan competitor , akan mempunyai nilai ideal jika Harga Jual Produk dapat memberikan dengan keuntungan yang diharapkan . Jika keuntungan yang diharapkan bisa tercapai , hal itu bisa dipastikan akan mempermudah dalam memperluas perkembangan usaha dan bisnis yang sedang dijalankan .

Berikut ini beberapa contoh untuk menghitung atau Menentukan Harga Jual Produk yang Ideal :
Sebelum menetapkan harga alangkah baiknya jika menentukan dulu presentasi keuntungan yang akan diperoleh , misal dalam kasus ini akan memperoleh keuntungan sebesar 20 % .

Contoh :

Suatu toko roti dengan merk ROTI ENAK BANGET akan memproduksi sebanyak 100 pak , dalam 1 pak berisi satu bungkus roti . Biaya yang akan dikeluarkan dalam pembuatan roti tersebut sebanyak Rp.600.000 , dengan perincian sebagai berikut :

Biaya Bahan Baku >> Rp.350.000
Biaya tenaga kerja >> Rp.150.000
Biaya lain lain , seperti listrik dan alat >> Rp.100.000

Maka perhitungannya sebagai berikut :
Karena mengambil keuntungan 20% , sehingga :

Harga Total = ( Biaya Total + Keuntungan / 100 )

Dimana Keuntungan = ( 20% x Rp.600.000 )

Maka , Harga Total = Rp.600.000 + ( 20% x Rp.600.000 ) / 100
Harga Total = Rp720.000 / 100
Harga Total = Rp.7.200

Dengan demikian , Harga jual untuk 1 pak roti sebesar Rp.7.200

Sebelum membuat atau menyusun Business Plan , sebaiknya dan memang harus dilakukan oleh pengusaha yaitu menganalisis Kelayakan Usaha yang selanjutnya disebut Study Kelayakan . Mungkin dari namanya saja sudah membuat penasaran .

Study Kelayakan ? Apa itu Study Kelayakan ? Mengapa harus melakukan Study Kelayakan ? Bagaimana caranya untuk melakukan Study Kelayakan ?

Dari namanya saja sudah cukup jelas , Kelayakan yang artinya layak atau dengan kata lain memadai dalam hal untuk mencapai tujuan . Jadi bisa disimpulkan untuk membuat Bisnis Meningkat tentunya bisnis tersebut harus melalui proses-proses analisis yang akan sedikit di jelaskan nantinya . Jika Bisnis itu tidak layak untuk di jalankan ? Apa yang akan terjadi ? Jawabannya adalah sia sia dan tidak menguntungkan .

Dalam Study Kelayakan , ada tiga hal yang harus diketahui yaitu yang pertama Analisis Kelayakan Teknis , yang kedua Analisis Peluang Pasar , dan yang ketiga Analisis Kelayakan Finansial .

Analisis Kelayakan Teknis

1. Mengidentifikasi

Dalam hal ini lebih membahas ke produk yang akan dibuat, seperti Daya Tarik dari produk itu sendiri ( Desaign ) , dengan semakin berkembangnya teknologi produk itu mudah dimodifikasi atau tidak , semakin bertambahnya kompetitor apakah permintaan konsumen semakiin kompleks , bagaimana daya tahan produk dari bahan baku produk , apakah produk itu mudah di produksi , dan berapa biaya yang di butuhkan dengan estimasi biaya yang rendah .

2. Menguji Coba Produk

Setelah produk diidentifikasi secara teknis selanjutnya perlu melakukan uji coba produk dalam hal untuk mendapatkan jaminan bahwa produk tersebut bisa memenuhi permintaan konsumen .

Analisis Peluang Pasar
Pada postingan sebelumnya sudah di bahas tentang Peluang Pasar , yaitu mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan tentang usaha apa yang akan dijalankan .

Analisis Kelayakan Finansial
Study Kelayakan berdasarkan Analisis kelayakan finansial yaitu faktor utama yang digunakan untuk menentukan sumber daya finansial , dengan tujuan untuk meningkatkan kegiatan tertentu dan keuntungan yang dapat diharapkan . Analisis Finansial juga digunakan untuk memperkirakan atau memperhitungkan kapan dana yang diinvestasikan pada bisnis bisa kembali .

Berikut ini untuk menentukan jangka waktu pengembalian dana , bisa menggunakan Break Even Point  (BEP) .

BEP = ( Biaya Tetap ) / ( Harga per unit – Biaya Variable per Unit ) 
BEP = ( Biaya Tetap ) / ( Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit).

Keterangan :

a. BEP Unit / Rupiah
        BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P).
b. Biaya Tetap
        biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha tidak sedang berproduksi .
c. Biaya Variable
        biaya yang jumlahnya meningkat searah peningkatan jumlah produksi seperti biaya listrik , bahan baku , dll .
d. Harga per Unit
        harga jual barang perunit yang didapatkan . 
e. Biaya Variable per Unit
        total biaya variable perunit (TVC/Q) .
f. Margin Kontribusi per unit
        harga jual per unit – biaya variable per unit ( selisih )

Contoh menghitung BEP :

Data biaya dan rencana produksi :
a. Biaya Tetap sebulan adalah sebesar Rp.290.000.000,-  
        yaitu terdiri dari :
        Biaya Gaji Pegawai   >> Rp.150.000.000
        Biaya Gaji Pemilik   >> Rp.20.000.000
        Biaya Penyusutan Mobil Kijang  >> Rp. 3.000.000
        Biaya Asuransi Kesehatan  >> Rp.30.000.000
        Biaya Sewa Gedung Kantor  >> Rp.30.000.000
        Biaya Sewa Pabrik   >> Rp.57.000.000

b. Biaya Variable per Unit Rp.150.000
        yaitu terdiri dari :
        Biaya Bahan Baku >> Rp.70.000
        Biaya Tenaga Kerja Langsung  >> Rp.30.000
        Biaya Listrik dan Air >> Rp.20.000 
        Biaya Lain >>  Rp.30.000

c. Harga Jual per Unit Rp.200.000.
        Cara Menghitung BEP dalam Rupiah
        = Biaya Tetap / ( Kontribusi Margin per unit / Harga per unit )
        = Rp.290.000.000 / ( (Rp.200.000 - Rp.150.000) / Rp. 200,000 ) =
        = Rp.290.000.000 / 0,25
        = Rp.1.160,000,000

Cara Menghitung BEP dalam Unit
        = Biaya Tetap / ( harga per unit – biaya variable per unit )
        = Rp.290.000.000 / (Rp.200.000Rp.150.000)
        = Rp.290.000.000 / Rp.50.000
        = 5.800 unit

Jadi, BEP tercapai saat penjualan mencapai 5.800 unit atau penjualan mencapai nilai Rp.1.160.000.000 .
Memanfaatkan Peluang Pasar merupakan hal yang esensial yang wajib dilakukan bagi seorang wirausahawan , dan itu merupakan pondasi untuk bergelut di dunia bisnis , jika pengusaha tidak bisa menangkap peluang maka akan semakin berat untuk menjalankan usahanya karena tentunya masih banyak persaingan di luar dengan bertambahnya kompetitor-kompetitor yang mungkin lebih cekatan dalam Memanfaatkan Peluang Pasar .

Kemampuan dalam Memanfaatkan Peluang Pasar memang harus dimiliki oleh pengusaha , karena dengan Memanfaatkan Peluang Pasar bisa melakukan atau membuat keputusan seperti bagaimana untuk mengembangkan bisnisnya , melakukan perluasan wilayah , menambah barang produksi ,  melakukan segmentasi pasar , bahkan bisa membuat strategy baru .

Dengan Memanfaatkan Peluang Pasar dapat mengetahui masalah – masalah dan kejadian yang terjadi sehingga dengan melihat  kejadian tersebut seorang pengusaha bisa melihat celah dan memasuki celah tersebut . 

Selain memperhatikan kejadian – kejadian tentunya dengan melihat Peluang Pasar bisa mengetahui kebenaran yang terjadi sekaligus menjadikan kesempatan untuk menjalin hubungan ke konsumen menjadi lebih dekat , jika hubungan antara konsumen baik maka masalah juga akan cepat terselesaikan dengan sasaran yang tepat .

Tentunya setelah melihat kejadian dan mengetahui nilai kebenaran maka seorang pengusaha harus menganalisis apakah fenomena tersebut bisa di realisasikan dalam bisnisnya atau tidak . Jika tidak bisa di terapkan dalam bisnisnya maka seorang pengusaha harus mencari cara agar mencapai peluang tersebut .

Berikut ini ada beberapa cara untuk mengidentifikasi Peluang Pasar

1. Mengamati kebutuhan yang banyak diperlukan oleh konsumen
    Dengan mengamati kebutuhan orang lain yang begitu kompleks maka ide kreatif akan keluar untuk menciptakan peluang usaha .

2. Mengetahui kapan konsumen membutuhkan kebutuhan tersebut
   Dengan mengetahui waktu yang tepat , maka akan lebih mudah dalam proses marketing yang nantinya akan bisa memungkinkan target akan tercapai dengan maksimal .

3. Memperhatikan karakter konsumen berdasarkan jenis kelamin
   Pria dan wanita tentunya akan berbeda dalam hal kebutuhan , maka dengan melihat perbedaan itu bisa timbul ide untuk menciptakan peluang usaha .

4. Mengetahui daya beli konsumen sesuai dengan pendapatannya
    Kemampuan konsumen dalam membeli produk juga sangat penting diperhatikan , untuk itu perlu penyesuaian harga dan produk yang akan diciptakan . 

5. Memperhatikan apakah pasar banyak pesaing atau tidak
   Dengan melihat pesaing pasar tentunya akan dijadikan pertimbangan apakah usaha yang akan di jalankan lebih efesien dan tentunya mencari terobosan yang pada dasarnya akan membuat nilai lebih pada bisnis yang akan dijalankan .
Business Plan - bisnis memang bukan hal yang mudah tetapi bukan juga hal yang sulit , seorang pebisnis tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi jika belum mencoba , tapi percobaan itu harus di sertai mental yang kuat dan keyakinan . Namun , keyakinan bulat untuk memulai usaha akan lebih jika disertai dengan perencanaan usaha ( Business Plan ). Banyak calon pengusaha yang gagal karena tidak mempunyai Business Plan .

Sebelum menyusun Business Plan , maka yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah menentukan jenis usaha apa yang akan dijalankan . Alangkah baiknya untuk menentukan jenis usaha yang akan dijalankan dengan melakukan identifikasi peluang usaha . Melihat peluang pasar merupakan hal yang esensial yang wajib dilakukan bagi seorang wirausahawan , dan itu merupakan pondasi untuk bergelut di dunia bisnis . 

Suatu rencana kerja ( Business Plan ) yang dibuat secara tertulis dan resmi merupakan perangkat yang tepat untuk memegang kendali perusahaan dan menjaga agar fokus usaha perusahaan tidak menyimpang . Menurut David H. Bangs, Jr. (1995) Seri Kewirausahaan – Menyusun Business Plan Bagi Wirausaha Pemula menyatakan bahwa seorang pengusaha yang tidak bisa membuat perencanaan sebenarnya merencanakan kegagalan . Rencana usaha harus tertulis sehingga bisa dijadikan sebagai pedoman untuk menjaga agar kegiatan bisnis terarah dan fokus pada pencapaian tujuan .

Penyusunan Business Plan memiliki dua tujuan yaitu : 1) Memberikan pedoman dalam menjalankan usaha . 2) Untuk meyakinkan pihak-pihak luar yang akan memberikan dukungan pendanaan .

Ada beberapa alasan penting mengapa harus menyusun Business Plan :

1. UNTUK MENUNJUKKAN BAHWA SEBUAH BISNIS LAYAK DAN MENGUNTUNGKAN
   Business Plan akan membuat seorang pengusaha dapat melihat dengan jelas apakah usaha yang dijalankan nantinya memiliki keberhasilan yang besar dan bisa meyakinkan orang lain bahwa tidak akan rugi bila bekerjasama .

2. MEYAKINKAN PIHAK LAIN UNTUK KERJASAMA
  Membentuk kerjasama dengan perusahaan perusahaan lain yang sudah ada , bisa saling menguntungkan dengan membuat kesepakatan dan perjanjian .

3. UNTUK MENARIK DAN MEYAKINKAN TENAGA KERJA
  Business Plan yang baik akan mengundang orang-orang yang berpotensial dalam bidang dan keahlianya untuk bergabung bekerja sama . Seseorang pengusaha memerlukan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk menduduki posisi utama dalam perusahaannya . 

4. UNTUK MEYAKINKAN BANK DALAM PENDANAAN
    Dengan adanya Business Plan yang baik , akan memudahkan untuk mencari bantuan kerjasama dari berbagai pihak karena didalam perencanaan usaha menunjukkan aspek keuangan , dan aspek pemasaran yang hal tersebut akan memudahkan untuk mendapat dukungan berupa pinjaman oleh Bank .

5. UNTUK MENDAPATKAN DANA INVESTASI
   Dengan adanya Business Plan yang baik , juga memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman melalui pihak-pihak lain yang potensial guna mendukung pemenuhan investasi usaha .

6. UNTUK MENDAPATKAN KONTRAK BESAR
   Business Plan yang baik akan menarik minat perusahaan – perusahaan yang lebih besar untuk memberi pekerjaan atau memberikan kontrak , sehingga bisa sangat memungkinkan untuk membuat perusahaan semakin bertumbuh besar dan dipercaya .

7. SEBAGAI PEDOMAN DAN FOKUS
   Business Plan yang baik menjamin adanya perhatian yang fokus pada tujuan dari berbagai  personil yang ada dalam perusahaan . Sebuah perusahaan akan bertumbuh semakin kompleks sehingga Business Plan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap pengusaha untuk tetap berjalan pada arah yang benar .

Untuk contoh Business Plan bisa dari search engine google .
Mental Pengusaha Sukses sangat menentukan bertahan atau tidaknya sebuah usaha . Pengusaha sukses harus mempunyai mental yang kuat di dalam hatinya , dan semangat yang luar biasa untuk mencapai kesuksesannya . 

Apa saja ya Mental Pengusaha Sukses Top itu ? mereka tentu memiliki bakat , skill , dan keterampilan serta semangat dan niat yang kuat dalam menjalankan bisnisnya . Namun selain itu , Pengusaha Sukses Top harus memiliki beberapa sikap berikut ini : 

Tekad yang kuat
Pengusaha Sukses Top pastinya sudah memiliki bisnis plan (perencanaan bisnis) yang baik . Agar bisnis tidak salah sasaran dari target , maka harus memiliki tekad yang kuat untuk selalu konsisten dalam menjalankan bisnisnya . perencanaan bisnis yang sudah di buat harus dijalankan sebaik dan semaksimal mungkin agar tujuan utama mendirikan bisnis dapat dicapai dalam target waktu yang efektif .

Bekerja Keras
Sudah pasti untuk menjadi Pengusaha Sukses Top harus bekerja keras , yang artinya harus berkutat dengan pekerjaan – pekerjaanya tanpa mengenal lelah dan berhenti sebelum target pekerjaannya tercapai dan mengutamakan pada hasil yang baik dalam kerjanya . Memanfaatkan waktu secara optimal , bahkan tidak memperdulikan tingkat kesulitan yang di hadapinya merupakan langkah awal yang baik  untuk menjadi Pengusaha Sukses Top .

Yakin akan berhasil
Seorang pengusaha harus memiliki keyakinan yang kuat , yaitu harus yakin akan kemampuan yang dimilikinya dalam meraih keberhasilan itu dan juga yakin mengalahkan para competitor-kompetitor dalam bisnisnya dengan kemampuan dan strategi dalam bisnisnya . 

Berani ambil resiko
Berani ambil resiko merupakan tolak ukur yang harus diterapkan seorang pengusaha , karena tidak ada yang akan di peroleh dalam hidup yang tidak beresiko , resiko membangun bisnis adalah bangkrut atau rugi , resiko menjadi orang kaya adalah miskin , dan seterusnya . Banyak pengusaha sukses saat ini yang dulunya ketika mereka sedang merintis usahanya mereka juga tidak segan untuk mengambil resiko , jadi untuk meminimalkan resiko maka perencanaan bisnis harus dibuat dengan benar . 

Berfikir Positif
Dalam filmnya “Top Secret aka. The Billionaire (2011)” , merupakan film biografi dari seorang Pengusaha Sukses Top muda yang bernama Top Itipad , berfikir positif merupakan salah satu kunci kesuksesan , jika berfikir kaya maka akan kaya , jika berfikir sukses maka akan sukses . 

Tahan Banting
Untuk menjadi Pengusaha Sukses Top , tentunya harus bertahan dalam situasi apapun yang sedang terjadi dalam bisnisnya , yaitu harus mencari solusi dari permasalahan yang sedang dialami dan yakin bahwa  permasalahan tersebut akan segera hilang dan bahkan bisa mengambil peluang dari situasi tersebut . 

Jangan merasa puas
Untuk menjadi Pengusaha Sukses Top , Seorang pengusaha sebaiknya jangan merasa puas dengan hasil yang sudah dicapai , karena kepuasan itu bisa menyebabkan bisnis menjadi rapuh dengan semakin banyaknya kompetitor untuk bersaing , kompetitor bisa mengembangkan bisnisnya dengan inovasi yang lebih menarik . Maka untuk itu , Pengusaha Sukses Top harus berfikir kreatif dan inovatif sehingga selalu belum puas dengan hasil yang dihasilkan dan menyadari banyaknya kompetitor . 

Jujur
Tidak ada Pengusaha Sukses Top yang sukses tanpa kejujuran . Kejujuran akan menciptakan kepercayaan , baik kepercayaan terhadap klien maupu kepercayaan terhadap perusahaan – perusahaan besar yang ingin bekerja sama , kejujuran juga akan membuka peluang-peluang baru untuk menciptakan produk yang lebih baik dan pelayanan yang baik terhadap siapa saja yang terlibat dalam bisnis . 

Sabar
Setelah bekerja siang dan malam , biaya yang dikeluarkan sudah banyak , waktu dan fikiran juga sudah banyak terbuang , namun hasilnya belum ada , anda harus tetaplah bersabar dan jadikan waktu yang terlewat itu tidak akan menjadi sia sia bahkan penuh dengan pembelajaran yang mungkin kemudian hari bisa dijadikan pengalaman yang sangat berarti . Untuk sedikit mengobati kesabaran , seorang Pengusaha Sukses Top harus bersifat fleksibel , yaitu bisa cepat dalam menyesuaikan diri ketika mengalami kegagalan , Dalam artian ketika seorang pengusaha sedang gagal , sebisa mungkin harus bisa cepat berfikir dan bertindak terhadap langkah apa yang harus di lakukan untuk bisa bangkit kembali dengan menemukan terobasan baru .